Batu Tanzanite, Ciri-ciri dan Cara Perawatannya

39

Minat masyarakat terhadap keberadaan batu permata semakin meningkat akhir-akhir ini. Pemicunya tidak lain karena trend batu akik yang semakin marak diperbincangkan. Keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh setiap jenis batu cukup mendapat perhatian dari para pecinta batu. Apalagi, beberapa orang mempercayai bahwa sebuah batu memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi pemakainya. Oleh karena itu, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berburu berbagai jenis batu. Salah satu jenis batu yang cukup dikenal karena keindahan dan keunikannya adalah batu tanzanite.

Batu Tanzanite Asli

Batu tanzanite tidak hanya diburu oleh kaum pria yang sebagian besar pecinta batu. Batu jenis ini juga cukup diminati oleh kaum wanita. Keindahan batu jenis tanzanite yang menyerupai permata membuat para wanita tertarik untuk memakainya sebagai perhiasan. Beragam perhiasan yang menggunakan batu jenis tanzanite mulai diperjualbelikan dengan harga pasaran yang beragam. Keberadaan jenis batu ini cukup langka di Indonesia. Oleh karena itu, wajar saja jika harga yang ditawarkan untuk mendapatkan jenis batu jenis tanzanite cukup tinggi dibandingkan jenis batu yang lain.

Sejarah Penemuan Batu Tanzanite

Penamaan batu jenis tanzanite dipengaruhi oleh sejarah penemuannya. Batu ini berasal dari negara yang mirip dengan namanya yaitu Tanzania.  Jumanne Ngoma adalah seseorang yang memiliki peran penting dalam penemuan batu jenis tanzanite. Dia menemukan jenis batu ini secara tidak sengaja. Saat itu, Ngoma sedang berjalan-jalan di daerah Arusha yang berada di kaki gunung Kilimanjaro. Dia tidak sengaja menemukan sebuah batu kristal berwarna biru di tanah. Keindahan yang dipancarkan batu tersebut membuat Ngoma tertarik untuk mengumpulkan beberapa batu kristal tersebut.

Batu kristal berwarna biru yang dikumpulkan oleh Ngoma tersebut kemudian dibawa ke pasar batu yang dekat dari daerahnya. Ngoma membawanya ke beberapa penjual batu yang berada di pasar. Setiap penjual tidak mengetahui dengan pasti nama batu tanzanitetersebut. Namun, keindahan yang dimiliki batu kristal tersebut membuat penjual batu tertarik untuk membelinya. Selama 45 tahun, nama batu tersebut tidak diketahui. Hingga akhirnya penamaan batu tersebut disesuaikan dengan daerah penemuannya.

Awalnya, batu tanzanite diberi nama Zoisite. Nama tersebut diberikan oleh seorang peneliti yang berasal dari daerah Slovenia. Namun, penamaan yang diberikan tersebut dirasakan kurang berdasar. Pada akhirnya nama tanzanite yang muncul karena dipertimbangkan berdasarkan daerah asalnya yang berada di kaki gunung Kilimanjaro, Tanzania. Nama batu jenis tanzanite semakin dikenal ketika salah satu perusahaan perhiasan mengenalkan jenis batu ini kepada masyarakat. Keindahan dan keunikan batu jenis tanzanite memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta batu. Terlebih lagi, namanya yang unik dan adanya unsur historis membuat nama batu jenis tanzanite semakin dikenal dari hari ke hari.

Ciri-ciri Batu Tanzanite

Keindahan batu jenis tanzanite dikenal karena memiliki ciri khas yang tidak dimiliki batu jenis lain. Batu ini termasuk jenis permata dengan kilau kristal berwarna biru laut atau biru yang menyerupai warna batu safir. Warna lain yang terlihat adalah ungu muda. Perbedaan warna tersebut dapat terlihat jelas jika diamati dari sudut pandang dan cahaya yang berbeda. Oleh karena itu, kilau warna batu jenis tanzanite yang menimbulkan warna biru atau ungu-biru membuat pecinta baru tertarik untuk membelinya. Batu jenis tanzanite yang berwarna biru atau ungu ini memiliki kristal yang jernih sehingga mirip dengan kilau seperti kaca.

Batu tanzanite memiliki ciri fisik yang berbeda dengan jenis batu lainnya. Batu ini mengandung beberapa komponen kimia, seperti hidrogen, kalsium, silika, aluminium, oksigen, dan hidrogen. Kekerasan batu jenis tanzanite berkisar antara 6,5 sampai 7 mohs. Nilai kekerasan yang dimilikinya tersebut relatif baik. Namun, fisiknya yang berbentuk kristal rentan untuk mengalami cleavage yaitu pecahnya kristal yang mengikuti struktur kristalnya akibat benturan yang keras. Oleh karena itu, jika ingin menggunakannya sebagai perhiasan Anda harus memakainya dengan hati-hati.

Batu tanzanite dapat dibedakan dengan jenis batu lain jika dilakukan pemanasan. Treatment pemanasan pada batu ini akan menghasilkan tiga warna, yaitu biru, violet, dan burgundi. Ketiga warna tersebut akan jelas terlihat ketika batu dibakar. Cara ini juga sering dilakukan untuk meningkatkan warna ungu muda atau biru yang dimilikinya. Hal tersebut dilakukan sebagai cara meningkatkan penjualan batu jenis tanzanite di pasaran. Masyarakat cenderung menyukai batu berwarna biru tua sampai ungu yang menyerupai batu safir. Oleh karena itu, dengan treatment seperti itu diharapkan dapat meningkatkan harganya di pasaran.

Cara Perawatan Batu Tanzanite

Jika Anda tertarik untuk membeli dan memiliki batu tanzanite, maka ada cara perawatan yang perlu dilakukan untuk jenis batu ini. Pertama, hindari benturan yang keras pada batu ini. Kecenderungan terjadinya cleavage pada batu jenis tanzanite menuntut pemiliknya untuk selalu berhati-hati. Jika tidak berhati-hati maka kerusakan bisa saja terjadi. Untuk batu jenis tanzanite yang digunakan sebagai perhiasan, proses pemotongan batu sesuai desain perhiasan juga harus dilakukan oleh ahlinya agar tidak tergores. Hal lain yang harus dihindari untuk mencegah kerusakan batu adalah terkena asam, paparan panas yang ekstrim, dan perubahan suhu yang terjadi mendadak.

Kedua, lakukan perawatan secara rutin setiap bulannya. Untuk menjaga kilauan batu tanzanite maka proses perendaman akan memberikan hasil yang baik. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyiapkan sebotol air oksigen. Masukkan batu ke dalam botol lalu tutup dengan rapat. Simpan di tempat teduh agar terhindar dari cahaya dan panas. Lama kelamaan batu akan berproses menghasilkan kilau permata yang indah.

Perawatan batu tanzanite ini dapat dilakukan secara rutin yaitu 2 bulan sekali. Untuk perawatan sehari-hari, maka hanya perlu dilakukan proses pembersihan. Batu jenis tanzanite dibersihkan dengan menggunakan kain lembut dan air sabun. Batu jenis tanzanite disemprot air sabun, kemudian bilas dengan air bersih. Pembilasan harus dilakukan dengan baik agar tidak meninggalkan bekas sabun. Selain itu, untuk menjaga keindahannya, pengolesan dengan minyak zaitun atau baby oil dapat memberikan efek berkilau. Dengan mengetahui cara perawatan yang baik, maka kualitas batu jenis tanzanite dapat tetap terjaga dengan baik dan sempurna.

Selain proses pembersihan dan perawatan secara rutin, hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan cara pemakaian dan penyimpanannya. Dalam aktivitas sehari-hari, pemakaian batu tanzanite harus dilakukan dengan baik. Sebelum beraktivitas yang cukup berat, seperti berolahraga atau melakukan pekerjaan rumah maka batu ini sebaiknya dilepas. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya goresan atau benturan yang tidak diinginkan.

Tidak hanya itu, penyimpanan batu ini juga harus diperhatikan. Penyimpanannya sebaiknya dilakukan terpisah dengan batu permata lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya benturan. Untuk penyimpanan yang lebih aman dapat dibungkus dengan menggunakan kain lembut, lalu disimpan pada kotak terpisah. Dengan begitu, maka kualitas batu tanzanite tetap dapat terjaga. Kualitas batu ini akan mempengaruhi harga jualnya. Oleh karena itu, bagi para pengoleksi batu, hal ini merupakan hal yang wajib dilakukan.

Baca Juga Artikel Berikut Ini :